Rabu, 13 Agustus 2014

Wanita yangku sayang dan benci

Untuk sejenak aku tidak ingin mendengar apa apa .. aku lebih memilih menutup telingaku dengan musik yang kusuka (volume full) untuk menghilangkan rasa marah dan kecewaku ini .. pikiranku benar benar sudah berhenti di sini hanya sampai di sini aku tidak bisa berfikir lagi akan kemana aku ini menjadi apakah aku nanti.?? Ternyata bayangan itu lebih indah dari kenyataan bayang bayang yang selama ini aku bayangin tidak menjadi kenyataan apa karna bayangan aku ini terlalu tinggi.?? Hingga aku sendiri tidak mampu untuk mencapai ny .. aku lelah dengan ini semua aku benci apa yang saat ini aku rasakan seharian ini perasaanku penuh dengan kekecewaan ..
Sudah banyak huruf huruf yang ku tulis hingga saat ini aku belum menyebutkan orang yang kutuju yang berada dalam tulisanku ini .. ibu iya ibuku adalah orang yang aku maksud ibu adalah orang yang inginku tulis saat ini,, aku sangat kecewa dengannya hari ini aku merasakan kecewa yang sama seperti kecewa di hari lalu ..
Aku sedih karna aku ngga bisa berhenti menangis jika di dekat ibuku ini aku ingin berhenti bersamanya meninggalkan ny aku jenuh aku bosan dengan omelan yang membuat telingaku penuh aku bener bener nyerah .. apa emang begini rasanya menjadi anak broken home.?? Harus menjadi yang selalu mengalah.?? Menjadi yang selalu siap untuk menerima cacian dari orang tua.?? Apa salahku.?? Kenapa ibu tega melahirkanku.?? Untuk mendengarkan segala emosimu itu.?? Haruskah denganku.?? Apa salahku ibu.?? Aku hanya ingin menjadi mereka yang selalu menjadi seseorang yang di banggakan bukan di salahkan .. Hari ini kamu kembali mengeluarkan emosimu padaku berbicara dengan nada keras dan kasar apa itu didikan seorang orang tua.?? Apa itu yang harus aku tiru dari seorang ibu.?? Pernah tidak ibu kamu berfikir sedikit saja apa mauku ini.?? Aku takut dengan amarahmu itu ibu aku sangat takut bisakah kamu berhenti untuk tidak selalu memarahiku.?? Aku tidak ingin seperti ini lebih baik aku pergi dan bebas ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar